Indra Sjafri Cetak Sejarah Baru Sepakbola Indonesia

Indra Sjafri (tengah) pelatih Timnas Indonesia pernah tercatat sebagai pelatih Persikalis Bengkalis di tahun 2007 silam, bersama Marco Piadi serta sejumlah pelatih lokal asal Bengkalis.(istimewa)

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM - Racikan pelatih timnas Indonesia Indra Sjafri terbukti moncer. Strategi jitunya berhasil membungkam kedigdayan Thailand 2-1 pada babak final Piala AFF U 22 di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Selasa (26/2/2019) malam.

Indonesia sempat tertinggal lewat gol Saringkan Promsupa menit ke 57.Tandukan kapten Thailand yang memanfaatkan tendangan bebas gagal dihentikan Awan Setho.

Defisit satu gol anak-anak Garuda pun bereaksi.Hasilnya dua menit berselang gelandang pengangkut air Sani Rizki Fauzi berhasil mencetak gol penyeimbang.

Tembakan gelandang bernomor punggung 23 ini berbelok arah setelah mengenai Ballini dan mengecoh penjaga gawang Thailand Korraphat.

Indonesia bahkan berbalik unggul dimenit ke 64 via Osvaldo Haay. Tandukan Osvaldo yang memanfaatkan sepakan bebas M. Luthfi, gagal dihentikan Korraphat.

Tensi pertandingan semakin tinggi.Indonesia yang ingin mempertahankan skor bermain keras sehingga membuahkan dua kartu kuning yangbditerima Nurhidayat, Osvaldo Haay dan kartu merah Bagas Adi.

Sementara dua pemain Thailand Sakunchai Saengthopho dan Sampan Kesi mendapatkan kartu kuning.

Namun kemenangan Indonesia harus dibayar mahal, tiga menit menjelang bubaran kapten tim Bagas Adi di kartu merah.Indonesia pun tampil 10 pemain dan harus berjuang sampai 5 menit tambahan waktu.

Akhirnya Indonesia juara.Filosofi pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, 2 Fevruari 1963 yang selalu menanamkan mental dan kepercayaan diri yang kuat kepada anak-anak milenial Indonesia pun membawa buah tangan tropi juara. Prestasi ini menjadikan catatan rekor pribadi bagi suami Temi Indrayani.

Seperti diektahui, nama Indra Sjafri asal Ranah Miang ini meroket seusai membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai ajang Piala AFF U-19. Pada partai final yang digelar 22 September 2013, tim asuhannya sukses mengalahkan Vietnam melalui adu penalti.

Prestasi ini diikuti keberhasilannya membawa Garuda Jaya (julukan Timnas U-19) melangkah ke putaran final AFC Cup 2014 di Myanmar. Di pertandingan terakhir Grup C,Evan Dimas dkk mengandaskan juara 12 kali Piala Asia U-19, Korea Selatan, dengan skor 3-2.

Sebelumnya, pelatih asal Lubuk Nyiur, Sumatera Barat, itu mewakili karirnya di sepakbola sebagai pemain. Ia pernah membela PSP Padang pada periode 1986-1991. Indra juga sempat bekerja diantaranya sebagai pegawai kantor pos, instruktur dan pemandu bakat di PSSI.

Pada 1997, ia mendapat lisensi C AFC, kemudian naik ke level B pada 1998 dan A pada 1999. Setahun kemudian, Indra turut serta dalam kursus penyegaran pelatih yang merupakan bagian dari program FIFA Futuro. Ia juga mengambil lisensi A AFC Instruktur Akar Rumput FIFA pada tahun yang sama.

Suami Temi Indrayani itu kemudian semakin dikenal ketika membesut Timnas U-16 di babak penyisihan Piala Asia U-16, Thailand. Namun ia gagal mengantarkan Merah Putih ke podium juara. Barulah pada 2012, Indra dipercaya melatih Timnas Indonesia U-17. Tampil di turnamen HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012, Timnas Junior berhasil merebut gelar juara.(rz)



TULIS KOMENTAR