Siswa MTs Ponpes Nurul Hidayah Tewas Tersengat Listrik

Siswa kelas II Kelas II Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren (Pompes) Nurul Hidayah Arif Kaghi Pamungkas (15) tewas tersengat listrik, Kamis (28/2/2019).(foto istimewa)

SELATBARU, RIAUREVIEW.COM — Siswa kelas II Kelas II Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren (Pompes) Nurul Hidayah Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Arif Kaghi Pamungkas (15) meninggal dunia setelah tersengat listrik saat akan buang air di kamar mandi masjid.

Peristiwa naas itu, terjadi Kamis (28/2/19) sekitar pukul 05.30 WIB, usai pelaksanaan Sholat Subuh berjemaah.

Kepada Riaupotenza.com, Pimpinan Pompes Nurul Hidayah Ustadz Ahmad Pamuji, Kamis (28/2/2019) membenarkan musibah yang menimpa salah satu santrinya.

Menurut Ketua MUI Kecamatan Bantan ini, musibah yang dialami santrinya terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat itu korban bersama rekan-rekannya menuju ke toilet yang ada di masjid komplek Ponpes. Sedangkan rekannya menunggu di luar toilet.

Sontak saat itu, rekan-rekan korban mendengar teriakan keras. Teriakan itu awalnya dianggap rekan korban sebuah lelucon. Namun, setelah beberapa menit kemudian, rekan korban berupaya memanggil tak mendapatkan jawaban.

Merasa ada yang aneh, akhirnya pintu toilet dibuka dan korban sudah tak sadarkan diri tergeletak di lantai kamar mandi dan waktu itu listrik juga langsung padam.

"Kejadiannya di kamar mandi atau toilet mesjid yang ada di Ponpes. Kejadiannya sekitar pukul 05.30 WIB atau setelah Sholat Subuh. Selain rekan-rekannya juga ikut antre, yang lain juga masih berada di masjid sedang membaca AlQuran," ungkapnya, Kamis (28/2/19) siang.

Ahmad Pamuji mengatakan atas musibah tersebut korban yang merupakan santri asal Dumai secepatnya dilarikan ke RSUD Bengkalis, akan tetapi upaya penyelematan gagal dan nyawanya korban tidak dapat tertolong.

Penyebab pasti tergeletaknya korban tanpa mengenakan kain sarung disampaikan Ustadz Ahmad Pamuji belum bisa dipastikan. Hanya diprediksi, bahwa korban masuk ke toilet menyangkutkan kain sarung di atas plafon kamar mandi karena tidak ada penyangkut khusus untuk kain di dindingnya. Barangkali ada kabel di atas dijadikan untuk menyangkutkan kain sarung dan pada saat itu mungkin korban terpegang kabel yang dijadikan penyangkut kain sarung.

"Karena pas kejadian, listrik semua langsung padam. Itu hanya prediksinya. Setelah adanya kejadian itu, langsung menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bantan,"tuturnya.

Lebih lanjut Ustadz Pamuji menceritakan, korban kemudian langsung dibawa ke Dumai, tempat orang tuanya untuk di semayamkan.

Terpisah, Kapolsek Bantan AKP Johari membenarkan peristiwa diduga kesetrumnya seorang santri di Ponpes Nurul Hidayah dan menyebabkan meninggal dunia tersebut.

"Iya memang benar kita sudah menerima laporannya. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun diduga korban meninggal di tempat akibat kesetrum listrik ketika berada di kamar mandi. Kita masih menunggu hasil visumnya dari rumah sakit," ungkapnya.(mr)



TULIS KOMENTAR