Lion Air Pastikan Tunda Beli 200 Unit Boeing

Ilustrasi

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM -Maskapai nasional Lion Air mengaku sedang bernegosiasi dengan produsen pesawat Boeing terkait pembelian pesawat tipe Boeing 737-8 Max yang semula dipesan sebanyak 200 unit. 

Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengatakan perusahaan sebenarnya memesan sebanyak 200 unit pesawat Boeing sampai 2035. Sampai saat ini sudah dikirimkan sebanyak 11 unit, dan akan kembali dikirim enam unit pada tahun depan. Namun, Lion Air meminta penundaan pengiriman kepada Boeing. 

"Pasti (renegosiasi). Belum sampai kami setuju dan mereka setuju. Kami baru schedule seperti ini. Jadi kami suspend dulu max delivery (pengiriman)," ujarnya yang dilansir CNNIndonesia.

Daniel enggan memastikan penundaan pembelian Boeing itu dilakukan karena adanya peristiwa kecelakaan yang terjadi di Ethiopia beberapa waktu lalu. 

"Next delivery (Boeing 737-8 Max) masih kami suspend (tunda), masih under discussion dengan Boeing, untuk sementara keputusannya masih menunda dulu," ujar Daniel di Jakarta, Selasa (12/3).

Saat ini, Lion Air melakukan investigasi internal terkait pesawat jenis Boeing 737-8 Max usai peristiwa kecelakaan yang terjadi di Ethiopia beberapa waktu lalu. Menurut dia, hal itu benar-benar menjadi pembelajaran bagi maskapai. Daniel mengaku pihaknya mendukung langkah pemerintah untuk melarang penggunaan pesawat jenis Boeing tersebut. 

"Jadi jangan sampai ada satu hal yang paling kecil pun terjadi dengan pesawat jenis max ini khususnya. Jadi kami support dengan kebijaksanaan dirjen udara (Kementerian Perhubungan) ini untuk meng-grounded, dan langsung semua pesawat max kami istirahatkan," ungkapnya. 



TULIS KOMENTAR