Pakai Kemenyan, Buku Terbaik HPI 2018 'Bunatin' karya Dheni Kurnia Dibedah di Unilak

Bedah Buku 'Bunatin' karya Dheni Kurnia di Pendopo Rusunawa Unilak

PEKANBARU, RIAUREVIEW.COM -Buku pemenang utama Hari Puisi Indonesia 2018. 'Bunatin' karya Dheni Kurnia dibedah. Bedah buku dilaksanakan di Pendopo Rusunawa kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), Rabu (20/3/19).

Bedah buku 'Bunatin' dihadiri 3 orang pembedah yaitu Dr. Junaidi, M.Hum (Akademisi Unilak), Jefrizal, S.Hum., M.Sn (Sastrawan Riau) dan Hang Kafrawi, S.S.,M.Sn. Berlangsungnya acara bedah buku dimoderatori oleh Dewi Lestari. Acara juga dihidangkan hiburan-hiburan lainnya yaitu pembacaan puisi, syair, dan musikalisasi puisi. Bunatin dibedah, resmi dibuka oleh Wakil Dekan III FIB Iik Idayanti, M.Hum.

Romantisme Mantra puisi Talang Mamak Dheni Kurnia ini 'Bunatin' tertarik untuk dibedah oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning. Acara ini ditaja oleh Program Studi Sastra Daerah/Melayu. Bunatin ini lambang cinta kasih sesama manusia, perempuan, pemerintahan, Tuhan dan Melayu, itu lah 'Bunatin'.

Bedah berlangsung. Bedah buku yang berisikan romantisme mantra ini, peserta atau mahasiswa yang hadir dibuat 'tegang' dengan adanya bau-bau kemenyan. Acara betul-betul dibuat dengan konsep Talang Mamak, dan didekor dengan gantungan-gantungan kain panjang.

Iik Idayanti selaku Wakil Dekan III FIB sekaligus membuka acara mengatakan, "saya berharap mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya aktif untuk mengetahui dan membaca karya-karya sastrawan Riau, dan kita bedah. Ini adalah ilmu yang bagus untuk didapatkan sebagai mahasiswa jurusan Sastra. Ikuti acara ini sampai habis, semoga berjalan lancar," ujar Iik.

Jefrizal, S.Hum., M.Sn selaku pemantik atau pembedah menjelaskan "penulis dalam pengantarnya, Bunatin adalah bukanlah ibuku, bukanlah kekasihku, Bunatin adalah wanita Talang, wanita yang lahir sempurna yang lahir di rahim bertuah. Di acara bedah buku ini, saya hendak mengajak semua untuk mendatangi Bunatin dengan cara pandang yang berbeda. Suku Talang Mamak yang orang kenal selama ini terbelakang, yang sebenarnya disana begitu tinggi budayanya. Menarik buku ini untuk dibedah dan diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa, karna banyak sekali pesan-pesan melalui puisi dalam buku ini," jelas Jefri.




Baca Juga Topik ##unilak

TULIS KOMENTAR