Kapal Tongkang Bongkar Material Pertambangan di Pelabuhan “Tikus”

TEKS FOTO : HASIL TAMBANG : Aktifitas pembongkaran bahan material pasir dan batu granit di pelabuhan tanpa izin sepertinya dibiarkan oleh aparatur di Bengkalis,Sabtu (11/5/2019).

BENGKALIS, RIAUREVIEW.COM -Satu unit kapal tongkang yang diseret dengan Tagboat bersandar dipelabuhan “tikus” dan tak berizin di Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis. Aktifitas bongkar pasir ini luput dari pengawasan aparatur setempat, disinyalir aktifitas bongkar pasir ini sudah berjalan hingga dua tahun terakhir.

Pantauan RiauReview.com, Sabtu (11/5/2019). Kapal tongkang bermuatan pasir itu menurut sejumlah warga setempat dimiliki oleh pengusaha Pulau Bengkalis, Acui, pengusaha warga Tionghoa ini namanya tidak asing lagi bagi masyarakat Bengkalis, selain punya usaha pasir, Acui disebut-sebut juga berperan sebagai kontraktor (rekanan,red) sejumlah mega proyek di Pulau Bengkalis.

Namun dalam menjalankan usahanya. Acui kerap melanggar ketentuan yang seharusnya dipatuhi. Seperti kegiatan pembongkaran Pasir di pelabuhan tanpa izin. Pelabuhan itu dijadikan sebagai akses masuk pasir dan batu granit asal Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).  Pembongkaran pasir pun dilakukan dengan mengunakan alat berat melalui pelabuhan yang disebut warga setempat merupakan pelabuhan “tikus”.

“Pasir dibongkar melalui kapal tongkang dengan skala besar. Pembongkarannya juga dilakukan dipelabuhan tidak resmi atau tidak mengantongi izin, ini jelas-jelas bertentangan dengan peraturan tentang kepelabuhanan,”katanya Ahmad warga setempat yang berada di lokasi pembongkaran bahan material bangunan tersebut.

Selain pembongkaran pasir, di areal masuk pembongkaran dan penumpukan Pasir tersebut tampak di jaga oleh pekerjanya. Tepat diareal penumpukan Pasir dan Batu Granit, berdiri rumah papan sebagai tempat jaga. Warga tidak bisa sembarang masuk di areal itu, sebab areal dipagar dan terdapat alat berat.

“Kalau kemarin saya lihat saat pergi mancing di laut. Memang saat masuk pintu besar bagian depan tidak dapat masuk, karena dipagar, harus melalui jalan samping untuk bisa sampai ke tepi pantai dan melihat pelabuhan “tikus”, tempat pembongkaran pasir dan batu granit asal Tanjung Balai tersebut,” tuturnya.

Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Bengkalis, Julharia, Minggu (12/5/2019) dihubungi belum bisa memberikan jawaban. Beberapa kali nomor ponselnya dihubungi tidak ada jawaban dan dibungi via WhatsApp (WA) juga tidak ada balasan. (ab)




Baca Juga Topik #Pemkab. Bengkalis

TULIS KOMENTAR