Diancam Trump, Vietnam Ingin Perdagangan Adil dengan AS

Presien AS Donald Trump pada Rabu (26/6) mengatakan Vietnam memperlakukan perdagangan dengan AS lebih parah ketimbang China. (REUTERS/Jonathan Ernst)

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM -Vietnam menegaskan akan terus berkomitmen pada perdagangan bebas dan adil dengan Amerika Serikat, menyusul ancaman Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat akan mengenakan tarif pada produk-produk negara Asia Tenggara itu. 

Pada Rabu (26/6) Trump menyebut pemerintahnya sedang berdiskusi dengan Vietnam mengenai perdagangan, tetapi mengatakan bahwa Hanoi memperlakukan Amerika Serikat "lebih buruk" daripada China dalam hal perdagangan.

Menanggapi komentar tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Thi Thu Hang mengatakan pada Jumat (28/6) bahwa Vietnam menginginkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat.

"Vietnam berupaya untuk melanjutkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Amerika Serikat yang mempromosikan kebebasan dan keadilan, berdasarkan pada saling menguntungkan," kata Hang yang dilansir CNNIndonesia.

"Vietnam telah melakukan upaya untuk meningkatkan neraca perdagangan bilateral, dan meningkatkan impor barang-barang AS yang dibutuhkan Vietnam," kata Hang.

Pernyataan itu juga menunjukkan upaya Vietnam menyetop perdagangan barang-barang yang secara ilegal oleh eksportir diberi label "Made in Vietnam" untuk menghindari tarif.

Pasar ekspor terbesar Vietnam adalah Amerika Serikat dan perdagangan dengan AS membuat surplus perdagangan tumbuh dengan cepat. Pada kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi Vietnam tetap kuat dengan didukung ekspor yang kuat dan investasi asing di tengah perang perdagangan yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing.

Menyusul pertemuan antara Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc dan Trump di sela-sela KTT Kelompok 20 (G20) dua hari di Jepang pada Jumat (28/6), Vietnam mengatakan akan mengimpor lebih banyak gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam dan Departemen Energi AS akan segera menandatangani nota kesepahaman tentang impor LNG, kata pemerintah Vietnam dalam sebuah pernyataan, yang juga dikeluarkan pada Jumat (28/6)

Pernyataan itu tidak merinci berapa banyak LNG akan diimpor, tetapi mengatakan itu adalah "kerja sama energi jangka panjang dan strategis".

Ekspor ke AS dari Vietnam, yang disebut-sebut sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari perang dagang, naik 29 persen dalam lima bulan pertama tahun ini, menurut data bea cukai Vietnam.

Vietnam mengalami surplus perdagangan sebesar 17 miliar dolar AS dengan AS dalam lima bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan surplus tahun lalu sebesar 12,9 miliar dolar AS pada periode yang sama, menurut data. 



TULIS KOMENTAR