Mengapa Hari Jadi Bengkalis Berusia 507 Tahun, Ini Sejarahnya

H Riza Pahlevi.

BENGKALIS, RIAUREVIEW.COM -Penjabat Ketua DPRD Bengkalis dimasanya 2005-2010, H Riza Pahlevi melalui tulisan singkat dan bermakna mengulas sejarah Hari Jadi Bengkalis ke-507 yang akan diperingkati 30 Juli 2019. Tulisan sejarah ini viral disejumlah media sosial (Medsos), mulai dari Facebook (FB) hingga WhatsApp.

Kebenaran tulisan ini pun tak diragukan lagi. Melalui komunikasi langsung dengan H Riza Pahlevi, Jumat (5/7/2019), cerita sejarah hari jadi Bengkalis ke-507 terjawab. Riza Pahlevi mengisahkan, pulau Bengkalis sendiri berada tepat di muara Sungai Siak, sehingga bisa dikatakan bahwa Pulau Bengkalis adalah delta sungai Siak.

Pulau Bengkalis diperkirakan pertama kali dihuni oleh Orang Laut yang mendiami wilayah pesisir pantai utara dan selatan. Tome Pires dalam Summa Oriental mencatat bahwa pada 1512 ada pemukiman orang laut di Tanjung Parit yang merupakan vassal (pengikut) dari Melaka.

Kerajaan Melaka pada masa Pemerintahan Sultan Mansyur Shah (1456-1477) mengirim Bendahara Tun Perak untuk mengislamkan penduduk Bengkalis dan kawasan lain di pesisir timur Sumatera. Sedangkan D. Fransisco da Gama

Gubernur Melaka 1597 menyatakan bahwa di Bengkalis telah terdapat pemukiman- pemukiman orang Minangkabau yang dating dari pedalaman Sumatera.

Catatan sejarah memperlihatkan bahwa Bengkalis memainkan peranan yang cukup penting dalam kancah perebutan pengaruh perdagangan di kawasan Selat Melaka. Berada di posisi yang sangat strategis waktu itu, Bengkalis menjadi pulau rebutan dari berbagai kekuatan besar, berada di muara Sungai Siak Bengkalis adalah persinggahan bagi pedagang dan saudagar dari pedalaman Sumatera.

Selanjutnya, Wakil Bupati Bengkalis Periode 2000-2005 ini menjelaskan, setelah Melaka jatuh ke tangan Portugis 24 Agustus 1511, Sultan Mahmud Syah Sultan Melaka waktu itu berundur ke Pahang dan berpindah tempat yang satu ke tempat yang lainnya dalam wilayah taklukan Melaka hingga akhirnya berkubu di Bintan.

Dalam upaya untuk membalas serangan ke Portugis dan mengambil kembali Melaka, Sultan Mahmud Syah, mengutus Hang Nadim yang merupakan anak dari Hang Jebat, untuk mengumpulkan pengikut-pengikut setianya dari kalangan orang laut. Salah satu Orang Laut yang dihimpun adalah Suku Senggeren dari Bengkalis, ini mungkin asal nama Senggoro yang merupakan tempat pemukiman Suku Senggeren di Pulau Bengkalis.

Dari Bengkalis Hang Nadim membangun kekuatan tempur di Bengkalis dan Bukit Batu untuk melawan Portugis di Melaka. Waktu itu, di bawah pimpinan Bathin Senggoro yang bernama Bathin Hitam mempersiapkan pasukan dari suku Senggeren. Bukit Batu mempersiapkan pasukan dari suku Tenggayun yang dipimpin Tun Megat, bersama suku-suku laut dibawah pengawasan sultan Mahmud Syah.

Dengan dipimpin oleh Laksamana Hang Nadim, Juli 1512, pasukan gabungan tersebut menyerbu pasukan Portugis di Pagoh Muar. Pasukan Portugis dipimpin oleh Fernao Pires De Andrade. Dengan pertempuran yang sengit akhirnya pasukan melayu gabungan dapat mengalahkan dan memukul mundur Portugis di Pagoh Muar.

Namun,  pasukan Portugis melakukan serangan balasan dan Pagoh akhirnya direbut portugis. Kemudian armada portugis mara ke bukit batu dan meneruskan serangan ke Bengkalis. Namun pasukan Laksamana Hang Nadim dapat mematahkannnya. Saling serang antara Portugis dan Sultan Mahmud Syah terus terjadi pada tahun-tahun berikutnya.

Peristiwa kemenangan suku Senggeren dari Bengkalis inilah yang menjadi dasar tim pencari data peremus hari jadi Bengkalis. Tim ini dibentuk oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis pada saat itu dengan mengambil kesimpulan dan mengusulkan hari jadi Bengkalis tanggal 30 Juli 1512. Kemudian disahkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bengkalis Nomor 20 Tahun 2004 tentang Hari Jadi Bengkalis.

Peristiwa heroik ini menjadi tonggak sejarah bahwa kita telah menunjukkan eksistensi kepada bangsa penjajah, bahwa masyarakat Bengkalis memiliki semangat juang yang luar biasa dan gagah berani. (ab)




Baca Juga Topik #Pemkab. Bengkalis

TULIS KOMENTAR