Gagal di Bayern, Renato Sanches Hijrah ke Lille

Renato Sanches tinggalkan Bayern Munich dan gabung Lille (Christian Kaspar-Bartke/Getty Images for AUDI)

LILLE, RIAUREVIEW.COM -Renato Sanches gagal total di Bayern Munich. Alhasil, Sanches memilih pergi dan gabung ke Lille musim ini.

Sanches didatangkan dari Benfica tiga tahun lalu setelah tampil impresif bersama Portugal di Piala Eropa 2016. Sanches membuat Bayern harus menebusnya dengan harga 36 juta euro saat masih berusia 19 tahun.

Tapi, Sanches gagal unjuk gigi karena kalah bersaing dengan pemain bintang Bayern lainnya. Sanches cuma tampil 25 kali dan tanpa mencetak gol sehingga dipinjamkan ke Swansea City pada musim panas 2017.

Di klub Inggris itu, Sanches juga tidak bisa berkembang karena cuma tampil 15 kali di seluruh kompetisi. Sanches kembali lagi ke Bayern musim lalu tapi lagi-lagi, dia gagal bersaing dan cuma tampil 24 kali dengan torehan dua gol.

Pada awal musim ini, Sanches cuma tampil tiga kali dan bahkan hanya main lima menit di pekan pembuka Bundesliga. Merasa kariernya tak berkembang, Sanches akhirnya memilih pergi musim panas ini.

Sanches menerima tawaran Lille dan akhirnya sepakat meneken kontrak lima tahun. Lille harus mengeluarkan uang 25 juta euro untuk memboyongnya dari Allianz Arena.

"Renato Sanches meminta pindah karena dia ingin gabung klub yang bisa memberikannya kesempatan bermain lebih banyak," ujar CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, seperti dilansir detiksport.

"Sayangnya, kami tidak bisa menjamin itu di Bayern. Dia butuh bermain karena ingin mendapat tempat di skuat Portugal untuk Piala Eropa 2020," sambungnya.

"Mewakili Bayern, saya ingin berterima kasih kepada Renato untuk pencapaiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."

Lille memang butuh pemain top baru menyusul kepergian Nicolas Pepe ke Arsenal. Apalagi mereka akan tampil di Liga Champions usai finis runner-up Ligue 1.

"Saya ingin gabung ke Lille, jadi saya sangat bahagia di sini. Saya diterima dengan sangat baik dan saya berharap segalanya berjalan lancar," tutur Sanches.



TULIS KOMENTAR