MUI Riau: Pelaku Karhutla Orang Tak Taat Beragama

Personel Satgas Karhutla Riau memadamkan kebakaran lahan di kebun karet milik masyarakat.

PEKANBARU, RIAUREVIEW.COM -Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau menyoroti karhutla di wilayah mereka. MUI Riau menilai pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah orang yang tak taat beragama.

"Kalau dilihat dari sisi agama ini orang-orang yang patuh sudah kita sampaikan. Tapi kan, yang membuat ini orang-orang (pelaku karhutla) yang tidak taat, orang yang tidak mau menjalankan agama juga," kata Ketua MUI Riau Nazir Karim yang dilansir detikcom, Selasa (10/9/2019).

Menurut Nazir, bagi pelaku yang muslim kemungkinan besar karena jarang mendengarkan ceramah agama. Sebab, selama ini MUI Riau bersama MUI kabupaten dan kota sudah memberikan ceramah yang diselipkan juga soal lingkungan.

"Dai-dai kita dalam ceramahnya selalu diselipkan pesan soal lingkungan dan alam yang harus dijaga bersama. Penyampaian dilakukan biasanya di masjid-masjid. Persoalannya yang bakar hutan itu tidak pernah datang ke masjid," kata Nazir sembari tertawa.

Dalam agama Islam, kata Nazir, harus ada keseimbangan dengan alam. Tidak dibenarkan melakukan perusakan alam.

"Kalau alam kita rusak, imbasnya ke kita juga. Kita yang akan merasakan akibat ulah manusia yang merusak alam. Dalam Alquran semuanya sudah ada larangan merusak alam," kata Nazir.

Di samping itu, MUI Riau juga menyoroti lemahnya pengawasan aparat di lapangan. MUI Riau menyebut lengahnya pengawasan membuat pelaku karhutla memanfaatkan kesempatan untuk membuka lahan dengan cara membakar.

"Saya menilai pengawasan satgas juga lemah di lapangan, sehingga kelemahan ini yang dimaafatkan para pelaku pembakar lahan. Dan selama ini yang ditangkap juga masyarakat biasa, tapi orang-orang di balik semua karhutla ini susah tersentuh hukum. Inilah yang kadang membuat kita juga kecewa," ucap Nazir.



TULIS KOMENTAR