Tunggu Bank Sentral Eropa, Rupiah Loyo Rp14.060 per Dolar AS

Ilustrasi.

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM -Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.060 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (11/9) sore. Posisi ini melemah 0,05 persen dibanding penutupan pada Selasa (10/9) yakni Rp14.052 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan nilai tukar rupiah di posisi Rp14.063 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.031 per dolar AS. Hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.048 per dolar AS hingga Rp14.066 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Rupee India melemah 0,03 persen, yuan China melemah 0,05 persen, peso Filipina melemah 0,18 persen, ringgit Malaysia melemah 0,19 persen, dan yen Jepang melemah 0,19 persen.

Namun, terdapat pula mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti dolar Singapura sebesar 0,02 persen, baht Thailand sebesar 0,02 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,21 persen.

Mata uang negara maju seperti poundsterling Inggris dan dolar Australia menguat terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,01 persen dan 0,05 persen. Sementara itu, euro menguat 0,17 persen terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar masih pasang kuda-kuda menanti keputusan Bank Sentral Eropa yang rencananya melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan Kamis (12/9). Namun, harapan pelaku pasar kian surut lantaran hasil pelonggaran kebijakan diperkirakan tidak bisa sesuai ekspektasi pasar.

Namun, pelemahan rupiah tidak terlalu dalam lantaran ditopang optimisme pertemuan AS dan China terkait negosiasi perang dagang. "Pertemuan tingkat tinggi AS dan negosiator China di Washington bulan depan dapat memberikan semacam pemutus arus perang dagang," jelas Ibrahim, Rabu (11/9).

Sumber: CNNIndonesia



TULIS KOMENTAR