AS-China Belum Damai, Rupiah Melemah Rp14.095 per Dolar AS

Ilustrasi.

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM -Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp14.095 per dolar AS atau sebesar 0,04 persen pada perdagangan pasar spot Rabu (27/11) sore. Sebelumnya, kurs rupiah berada di posisi Rp14.088 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (26/11).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.096 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Selasa (26/11), yakni Rp14.081 per dolar AS. 

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, dolar Singapura melemah 0,15 persen, yen Jepang 0,12 persen, dan won Korea 0,10 persen.

Selanjutnya baht Thailand juga turut melemah sebesar 0,06 persen, dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01 persen. Sementara itu, penguatan terjadi pada dolar Taiwan sebesar 0,03 persen, peso Filipina 0,09 persen, dan yuan China 0,10 persen.

Rupee India dan ringgit Malaysia juga menguat dengan masing-masing nilai 0,16 persen dan 0,22 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Tercatat poundsterling Inggris melemah 0,17 persen, euro 0,12 persen, dan dolar Australia 0,11 persen, diikuti dolar Kanada yang melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China yang belum memberikan kejelasan.

Diketahui, Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Selasa (25/11) bahwa kedua negara melakukan pertemuan untuk mencapai konsensus tentang penyelesaian masalah kesepakatan. tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Pertemuan itu kemudian dikonfirmasi oleh pejabat AS. Namun mereka juga mengatakan bahwa kendala masih tetap ada," ungkap Ibrahim dilansir CNNIndonesia, Rabu (27/11).

Padahal, sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pernah mengatakan bahwa Washington dan Beijing berada dalam tahap pergolakan akhir dari sebuah perjanjian yang sangat penting. Namun di satu sisi, Trump juga menegaskan kembali dukungan Washington bagi para pengunjuk rasa di Hong Kong, yang memberikan respon negatif dari pihak China.

"Ketidakpastian ini yang menekan beberapa kurs akibat kekhawatiran pasar, termasuk rupiah," ungkapnya.

Ibrahim mengatakan dari sisi domestik, membaiknya data ekonomi dalam negeri pun tidak bisa menahan pelemahan mata uang rupiah akibat masih belum adanya kejelasan kesepakatan dagang.

Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam perdagangan besok Kamis (28/11), rupiah masih akan melemah di kisaran Rp14.080 hingga Rp14.115 per dolar AS.




Baca Juga Topik #Rupiah

TULIS KOMENTAR