Badai Datang Kala SEA Games, Filipina Mulai Evakuasi

Ilustrasi. Pemerintah Filipina mulai mengevakuasi ribuan jiwa seiring badai topan Kammuri yang datang usai pembukaan SEA Games 2019.(AP Photo/Tim Aylen)

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM -Pemerintah Filipina mulai mengevakuasi ribuan masyarakat seiring dengan kedatangan badai topan dari arah Samudera Pasifik yang membawa hujan lebat, angin kencang, dan mengancam lokasi acara SEA Games 2019.

Badan Cuaca setempat menduga Topan Kammuri akan menghantam Filipina pada Senin (2/12) malam atau Selasa (3/12) pagi dengan kecepatan 170 kilometer per jam dan kecepatan angin setelahnya maksimum 140 kilometer per jam.

Badai itu mulai masuk wilayah Filipina pada Sabtu (30/11) malam, sesaat sebelum Presiden Rodrigo Duterte dan bintang tinju Manny Pacquiao membuka SEA Games dengan acara yang semarak.

Ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut berlangsung di Clark, Manila, dan Subic, hingga 11 Desember mendatang. 

SEA Games 2019 dijadwalkan akan menghelat berbagai pertandingan dari 56 cabang olahraga di puluhan lokasi yang berjarak berjam-jam dengan perjalanan darat, belum termasuk dengan kemacetan parah di Manila.

Pihak penyelenggara telah mengatakan ada rencana alternatif bila badai topan datang, termasuk peluang pembatalan pertandingan di luar ruangan. Pertandingan itu sendiri sebagian besar berada di pulau utama Filipina, Luzon.

Sejumlah unit dari pemerintah daerah wilayah Bicol telah mengevakuasi masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Filipina mengatakan lebih dari 800 keluarga atau setara 3-4 ribu jiwa sudah berada di pusat pengungsian yang sebagian besar menempati sekolah dan pusat kebugaran di Camarines Norte.

Pejabat setempat mengatakan mereka masih mengevakuasi sejumlah area sehingga jumlah pengungsi dipastikan akan bertambah.

Sebagian besar dari masyarakat yang diungsikan diketahui tinggal di wilayah pesisir dan daratan rendah yang berpotensi terkena banjir juga longsor akibat hujan lebat bawaan badai topan.

Badan Penanggulangan Bencana Filipina mengatakan tindakan ini adalah aksi pencegahan dan belum ada perintah evakuasi.

Kegiatan belajar-mengajar di sekolah dan aktivitas perkantoran di sejumlah kota telah dihentikan untuk Senin dan Selasa esok sebagai antisipasi hujan badai.

  • Sumber: CNNIndonesia. 


TULIS KOMENTAR