Spanduk Balon Kepala Daerah Slogan ESA “Tercabik-Cabik” di Pinggir

Spanduk Balon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis H. Indra Gunawan Eet-Samsu Dalimunte, dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Kondisi ini terjadi di perbatasan Kecamatan Mandau dan Pinggir, Senin (27/1/2020). (sukardi)

PINGGIR, RIAUREVIEW.COM -Tensi jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis 2021-2026 kian memanas. Meskipun belum ada petunjuk dan arah yang jelas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis, tentang tahapan pemasangan atribut peraga kampanye (APK). Namun, sejumlah Bakal Calon (Balon) mulai mennyosialisasikan dirinya.

Tak hayal, kondisi ini membuat tensi politik semakin memanas. Salah satu bukti didapatinya, spanduk Balon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis H. Indra Gunawan Eet-Samsu Dalimunte, yang dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). 

Baleho APK itu rusak tercabik-cabik dan rubuh di perbatasan antara Kecamatan Mandau dan Pinggir. Tercatat belasan baleho berslogan ESA, Engah 1kan Negeri itu rusak parah, mulai dari spanduk di Kelurahan Titian Antui hingga mendekati Kecamatan Pinggir dan Kandis, Kabupaten Siak.

Rusaknya baliho berukuran 3 x 4 meter tersebut pertama kali ditemui langsung oleh Balon Wakil Bupati Samsu Dalimunte, ketika menuju ke Pekanbaru, pukul 06.00 WIB. Samda panggilan akrabnya, yang mendapati pemandangan buruk itu lantas menginfokannya ke seluruh tim yang ada di kecamatan terbesar kedua di Negeri Sri Junjungan Bengkalis.

"Dugaan kami, hal ini bukanlah disebabkan faktor alam melainkan dirusak OTK karena semakin memanasnya tensi politik jelang Pilkada. Saat ini Tim sudah dilapangan guna mengumpulkan seluruh barang bukti," ujar Ustadz Eko Ngatno Prawiro, selaku Tim Pasangan ESA Wilayah Mandau, Senin (27/1/2020). 

Menurut Ustadz Eko, dirinya sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Selain itu turut bersedih dan menduga ada politik kotor yang dilakukan pihak tak bertanggungjawab dan pengecut.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, perusakan itu kuat dugaan dilakukan oleh segelintir pecundang dan pengkhianat demokrasi. Untuk itu, pihaknya mengutuk keras pelakunya.

"Dari awal, ESA berkomitmen menjalankan demokrasi ini secara jujur, fair dan adil dan mengajarkan masyarakat dewasa berdemokrasi. Jangan jadikan pesta demokrasi ini sebagai ajang perpecahan dan permusuhan, namun jadikan sebagai media pemersatu bangsa khususnya masyarakat Bengkalis tapi masih ada juga masyarakat yang tidak mengerti arti demokrasi itu sendiri. Dengan kejadian ini, bukan membuat tim lemah, namun akan semakin memotivasi perjuangan memenangkan ESA," terangnya. (kar) 




Baca Juga Topik #Pemkab. Bengkalis

TULIS KOMENTAR