Junaidi : “Doakan Dua Bulan Ini Pemeliharaan Maksimal”

Kabid Cipta Karya PUPR Bengkalis Junaidi Ismail. (Sukardi)

BENGKALIS, RIAUREVIEW.COM -Dugaan mark-up proyek optimaliasai IPA-IKK Kecamatan Bengkalis senilai Rp 3,879 miliar atas laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Basmi Bengkalis mendapat tanggapan positif dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis.

Melalui Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Junaidi Ismail, Selasa (14/4/2020) kepada media ini  mengatakan, jika proyek itu diakuinya mengalami cacat fisik berbentuk tiris dan kerusakan tersebut telah dikoordinasikan kepada rekanan (kontraktor, red).

“Kita terus lakukan koordinasi dengan PDAM dan rekanan. Cuma berharap kami ini bisa adalah klarifikasinya dari media. Mudah-mudahan kami bidang cipta karya menuju professional dan kami tidak mau main-maain. Jadi sekilas terpandang dari visual oleh rekan-rekan LSM itu dari bodi IPA bangunannya memang ada tiris, bukan retak, kalau retak pasti sudah hancur, jadi kalau tiris itu memang pada bodi lama,” kata Junaidi Ismail didampingi Kasi Penyediaan Air Bersih Randi Majestika saat ditemui diruang kerjanya.

Menurut Junaidi, pekerjaan optimalisasi IPA-IKK tersebut merupakan barang yang selama ini sudah berjalan, sehingga perlu dilakukan peningkatan. 

“Makanya kegiatan itu bunyinya optimalisasi, barang yang selama ini berjalan, tapi tidak ditingkatkan atau masih lemah. Sehingga perlu kita tingkatkan. Langkah kita dengan kondisi yang terjadi dan hasil temuan rekan-rekan LSM, kami sudah mengundang ahli Sikal, agar bisa memperbaiki yang catat tersebut dan akan dibebankan ke kontraktor melalui masa pemeliharaan. Kita sudah koordinasikan hal ini kepada rekanan dan rekanan juga bersedia,” ujarnya.

Melalui waktu pemeliharaan selama enam bulan, sambungnya. Rekanan menyanggupi untuk memperbaikinya. Diharapkan juga koordinasi yang baik Perundam Tirta Terubuk Bengkalis untuk bersama-sama mengawalnya.

“Nah hari ini kita dihadapkan dengan Covid-19, tahu sendirilah Covid-19 kita, kita coba terus. Sebab, jika soal air sudah bagus. Kita coba lagi bagaimana hasilnya lebih baik. Jadi, kami berharap rekan-rekan LSM dan media bisa mengawalnya,” katanya lagi.

Dikatakannya, soal dugaan mark-up kegiatan IPA-IKK Bengkalis itu, hendaknya rekan-rekan LSM dan media nantinya bisa melihat hasil perbaikan dan pemeliharaan. Sebab, dalam kegiatan ini semuanya menggunakan material mahal mulai dari pipa give stainless, pompa, palp otomatis dan panel bisa dilihat secara utuh.

“Kita coba lagi bagaimana hasilnya lebih baik, disangka ini mahal dan mark up, yang mahal material pipa give stainless, kemudian pompa palp dan otomatis panel dilihat nantinya,” katanya sembari mengatakan siap mempertanggungjawabkan semua apa yang telah dilaksanakan dilapangan.

Sudah diaudit

Dibagian lain, Junaidi yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam kegiatan itu menjelaskan, PUPR Bengkalis berharap koordinasi Perundam Tirta Terubuk berjalan dengan baik. Sebab, hasil kerja tersebut memang belum diserahterimakan secara utuh kepada user (pengguna).

“Kami tujuannya tetap memperbaiki secra maksimal dan bisa digunakan Perundam Tirta Terubuk, sebab bukan kali ini saja bermitra. Jangka waktu pemeliharaan selama lebih kurang 2 bulan ini akan kami maksimalkan. Kondisi tiris-tiris itu sebelum di cat, sudah sempat diperbaiki. Insya Allah, kami akan bertanggungjawab,” paparnya lagi. 

Menurutnya lagi, kegiatan itu juga sudah dilakukan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil auditnya seperti apa, maka hendaknya bisa dilihat.

“Sudah di audit, hasil auditnya seperti apa kita siap pertanggungjawabkan,” tegasnya. 

Seperti dirilis sebelumnya, dugaan mark-up proyek IPA-IKK Bengkalis Tahun Anggaran 2019 senilai Rp 3,879 miliar dengan nomor kontrak 04-K/SP/KPA/PUPR-CK/X/2019 dilaporkan LSM. Sebab, kondisinya jauh dari harapan. Proyek itu dikerjakan oleh rekanan (kontraktor) asal Bandung, CV. Banyu Mili Mukti dan konsultan pengawas PT. Abata Rencana Karyanusa di Tahun 2019 lalu. (kr) 




Baca Juga Topik #Pemkab. Bengkalis

TULIS KOMENTAR