PT CPI – Pemkab Bengkalis – Unilak Jalin Kerjasama Program Bank Sampah


RIAUREVIEW.COM --Jangkauan Program Bank Sampah yang dijalankan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) terus berkembang. Setelah menggandeng pemerintah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak, PT CPI menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkab Bengkalis untuk kerja sama pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Penandatanganan dilakukan tiga pihak, yakni Pemkab Bengkalis, PT CPI, dan Universitas Lancang Kuning (Unilak), dalam sebuah acara di Duri pada tanggal 27 Agustus 2020. Unilak bertindak sebagai mitra pelaksana program yang ditunjuk oleh PT CPI program bank sampah ini selaras dengan program pemerintah daerah dalam mengelola dan mengendalikan sampah organik dan non-organik.

PT CPI - Unilak akan mengembangkan mitra binaan Bank Sampah Pematang Pudu Bersih (BS PPB) yang berlokasi di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Pihak PT CPI, yang diwakili oleh Manager Corporate Affairs Asset Rudi Arief, menyampaikan program ini merupakan wujud komitmen untuk membantu penanganan masalah lingkungan, terutama masalah sampah yang menjadi perhatian bersama. Kerja sama ini diharapkan mendukung kinerja BS PPB untuk terus berkontribusi terhadap pengelolaan sampah yang ada di Duri dan sekitarnya.

Sementara itu, pihak Unilak yang diwakili oleh Wakil Rektor I Zamzami, S.Kom., M.Kom, mengatakan bahwa program ini wujud komitmen pihaknya dalam menjaga lingkungan, termasuk program kampus go green. Dia berharap kerja sama ini terus berlanjut dengan berbagai program lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Plh. Bupati Bengkalis, yang diwakili oleh Asisten II H. Eri Indra Putra, juga berharap dilakukannya kajian menyeluruh dalam mewujudkan peningkatan mutu penanganan dan pengelolaan sampah, khususnya di Kecamatan Mandau.

Pihak Kecamatan Mandau, yang diwakili oleh Kasi Kesosbud Yoan Dema menceritakan bahwa BS PPB bermula dari sebuah keinginan sederhana para pemuda diwilayahnya. Mereka ingin membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan tempat tinggal dan lingkungan. “Mereka juga melihat masih banyak sampah yang bernilai ekonomis, sehingga timbul ide untuk mendirikan bank sampah,” ujar Yoan Dema.

Ide tersebut kemudian mulai dijalankan pada tahun 2012. Tiga tahun berselang, PT CPI memberikan pembinaan melalui program pengembangan masyarakat di bidang lingkungan hingga tahun 2017. Bantuan yang diberikan berupa pelatihan dan studi banding sebagai upaya peningkatan SDM pengelola.

Pada tahun 2020 ini, lanjut Yoan Dema, PT CPI kembali memberikan bantuan berupa pelatihan teknis seperti pembuatan kompos dari sampah organik dan pembuatan paving blok dari sampah plastik, pendampingan, pemantauan dan evaluasi pengelolaan program. Selain itu, BS PPB juga mendapatkan bantuan peralatan berupa satu unit mobil operasional; mesin pencuci limbah plastik; mesin pencacah plastik; timbangan berkapasitas 100 kg; komputer; papan tulis; brosur; seragam dan safety boot.

Untuk pengembangan program, BS PPB telah bekerja sama dengan berbagai pihak swasta maupun pemerintahan, melatih masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah, membina sekolah terutama sekolah adiwiyata, serta melakukan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.



TULIS KOMENTAR