Gubernur dan Sekdaprov Riau Gencar Didemo Kasus Korupsi, Kinerja Pemerintah Bisa Terganggu


RIAUREVIEW.COM -- Beberapa waktu terakhir ini, aksi demontrasi dugaan korupsi di Siak gencar dilakukan.

Aksi terakhir berlangsung pada Rabu 14 Oktober 2020 yang dilakukan Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan.

Ratusan massa dari gerakan pemuda itu menuntut Kejaksaan Tinggi segera menyelesaikan kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial di Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekdakab Siak tahun 2014-2019.

Di mana pada masa 2014-2019 itu merupakan masa Syamsuar menjadi Bupati Siak.

Menurut Pengamat Komunikasi Politik, Dr Aidil Haris, aksi demontrasi dugaan korupsi di Siak tersebut berpengaruh terhadap kinerja Riau Gubernur Riau, Syamsuar.

"Dalam konsep komunikasi pembangunan, tentunya aksi-aksi demontrasi memberikan pengaruh terhadap kinerja pemimpin. Apalagi kasus yang didemo itu berhubungan langsung dengan pemimpinnya," kata Aidil Haris, Senin 19 Oktober 2020.

Masih menurut Aidil, yang parah lagi, ternyata nama Sekdaprov Riau Yan Prana pun juga terseret-seret dalam kasus yang didemo tersebut.

"Semakin terasa pengaruh demontrasi tersebut ketika para pembantu gubernur seperti Sekdaprov dan kepala dinas juga diseret-seret dalam dugaan kasus korupsi itu," kata Aidil lagi.

Dikatakan Aidil, diperlukan komunikasi yang baik dari gubernur agar demonstrasi itu tidak menjadi-jadi. Sehingga gubernur dan jajarannya dapat bekerja dengan baik.

"Selama ini, informasi tentang dugaan korupsi itu masih satu arah saja, masih bersumber dari pihak pengunjuk rasa. Sebaiknya, ada komunikasi dua arah yang dibangun gubernur dalam kasus ini sehingga masyarakat bisa diberi pengertian bahkan bisa jadi mendapat simpati," ulas Aidil. (fixpekanbaru.com)
 



TULIS KOMENTAR