Buru Kelompok Teroris MIT, Pasukan Khusus TNI Diterbangkan ke Sulteng


RIAUREVIEW.COM -Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberangkatkan pasukan khusus untuk memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pasukan diterbangkan menggunakan pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Puspen TNI dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020), menerangkan pasukan tersebut dikirimkan dalam misi memperkuat pasukan yang sudah ada di Poso, Sulteng.
 
TNI akan menindak tegas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi pada Jumat (27/11) lalu. Pengerahan pasukan ini dilakukan untuk menumpas kelompok MIT.
 
"TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT," tegas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
 
Panglima TNI mengharapkan doa seluruh bangsa Indonesia agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar. Dia juga berharap masyarakat mendukung operasi menangkap kelompok MIT pimpinan Ali Kalora ini.
 
"Dengan dukungan operasi tersebut saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap," ungkapnya.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suparnoto, mengatakan pasukan TNI dari Jakarta sudah tiba. Ada sebanyak 30 orang yang dikirim ke Poso.
 
"Itu sudah sampai, sekarang sudah di Poso. Ini bantuan dari Mabes TNI. Sekarnag 30 orang dikirim ke Poso untuk melakukan perbantuan, sudah sampai," kata Didik saat dikonfirmasi terpisah.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk pembunuhan sadis yang menewaskan 4 orang di Sigi, Sulawesi Tengah. Kapolri Jenderal Idham Azis diperintahkan mengusut tuntas jaringan pelakunya.
 
"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akarnya," kata Presiden Jokowi dalam pernyataannya seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11).
 
Selain itu, ada perintah kepada Panglima TNI. "Saya juga sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan," tambahnya.
 
Bagi Jokowi, peristiwa keji ini adalah tragedi kemanusiaan. Dia mengucapkan dukacita kepada keluarga korban. Dia menegaskan tidak ada tempat untuk terorisme di Indonesia.
 
"Saya menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini adalah tragedi kemanusiaan dan pemerintah akan memberikan santunan kepada mereka yang ditinggalkan," tuturnya.
 
Sumber: [detik.com]

 



TULIS KOMENTAR