Mari Menabung di Bank Sampah


RIAUREVIEW.COM --Didirikan sejak tanggal 1 Juli tahun 2020, Bank Sampah  Pandau Jaya masih sepi peminat. Mungkin karena usianya yang masih belum sampai 1 tahun menyebabkan bank sampah ini belum begitu dilirik oleh masyarakat sekitar. Dihitung hanya ada sekitar 17 orang dari warga sekitar saja yang rutin berkontribusi pada bank sampah ini.

Apakah karena kurangnya minat masyarakat terhadap sampah dan bank sampah, atau kurangnya pengetahuan terhadap bank sampah? ditemui di Perumahan Bafanda Blok A4 Pandau pada 10 Oktober Tahun 2020 lalu, Ibu Indah Mulia selaku ketua dari Bank Sampah Pandau Jaya mengatakan bahwa “masalah utama dari kurangnya minat masyarakat terhadap bank sampah adalah kurangnya edukasi terhadap sampah dan bank sampah itu sendiri. Jadi, masyarakat belum mengerti bahwa sampah juga dapat menghasilkan. Karena kebiasaan selama ini, masyarakat hanya tahu membakar sampah atau membuangnya ke pembuangan sampah, atau yang lebih mudah lagi menyerahkan urusan sampah kepada petugas kebersihan dengan membayar iuran per bulan”.

Menanggapi hal tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) menawarkan solusi untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai sampah dan bank sampah kepada masyarakat Desa Pandau Jaya.

Kepala Desa Pandau Jaya Bapak Firdaus Roza juga sangat mengapresiasi rencana tersebut, maka pada tanggal 25 Desember 2020 berlangsunglah sosialisasi dan edukasi mengenai sampah dan bank sampah di Kantor Desa Pandau Jaya yang dihadiri oleh ketua RT, RW, ibu PKK desa Pandau Jaya Kecamatan Kampar.

Pembicara di sosialisasi tersebut adalah Bapak Prama Widayat selaku pendiri dan pembina di Bank Sampah Pandau Jaya. Apresiasi peserta yang hadir tenyata sangat tinggi, dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada tim pengabdian.

Harapan kami dari tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Lancang Kuning, semoga tumbuh kesadaran dalam memanfaatkan sampah dan bank sampah di masyarakat.



TULIS KOMENTAR