RIAUREVIEW.COM --Warga Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir dihebohkan dengan aksi kejar-kejaran dua unit mobil di wilayah permukiman penduduk, Jumat (27/2/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi di beberapa lokasi, yakni Desa Pasir Putih dan Desa Kencana. Warga yang menyaksikan kejadian itu sempat merekam momen saat dua kendaraan, masing-masing Toyota Fortuner dan Toyota Kijang Innova Reborn, melaju dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali berputar di kawasan tersebut.
Aksi kejar-kejaran itu berakhir di Dusun Kencana, tepatnya di Gang Bukit Desa Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya. Mobil Toyota Fortuner dilaporkan dalam kondisi terguling di tepi jalan kawasan yang dipenuhi semak.
Informasi mengenai kejadian tersebut turut beredar melalui unggahan akun Facebook atas nama Mulyono Nugroho. Dalam keterangannya, ia menyebut peristiwa itu sebagai aksi kejar-kejaran antara mobil polisi dengan “mahong”.
“Telah terjadi kejar”an mobil polis vc mahong di jalan gang bukit arah Bu dan akhirnya,” tulis akun tersebut.
Istilah “mahong” kerap digunakan sebagai akronim dari “Mafia Hongkong”, yang di masyarakat identik dengan praktik jual beli mobil tanpa dokumen resmi, termasuk kendaraan hasil penggelapan rental maupun unit sitaan leasing dari debitur bermasalah.
Dalam unggahan lanjutan, akun tersebut juga memperlihatkan mobil Toyota Fortuner yang telah dievakuasi menggunakan mobil derek dan disebut akan dibawa ke Pekanbaru. Sementara, mobil Innova terlihat mengalami kerusakan pada roda depan kiri.
Di sisi lain, beredar informasi bahwa aksi tersebut berkaitan dengan pengungkapan kasus narkotika. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Pandra Arsyad saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan.
“Informasi ini kami cek dulu atau bisa hubungi Dirresnarkoba,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira belum memberikan keterangan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti aksi kejar-kejaran tersebut maupun status para pihak yang terlibat. Pihak berwenang diharapkan segera memberikan klarifikasi guna menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat.
Sumber: SM News.com

