Pemerintah Belajar Cara Atasi Corona dari Vietnam

Pemerintah Belajar Cara Atasi Corona dari Vietnam
Ilustrasi.

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM -Juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona (covid-19) Achmad Yurianto menyatakan pemerintah mempelajari upaya Vietnam yang berhasil mencegah penyebaran wabah virus tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Vietnam dalam menekan penyebaran virus corona tak terlepas dari kebijakan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik antar orang per orang.

"Banyak pelajaran yang kami dapatkan dari negara-negara lain yang berhasil menangani hal ini. Salah satu contohnya Vietnam. Di Vietnam itu mengedepankan physical distancing. Menjaga diri, menjaga jarak," ujar Yurianto dilansir CNNIndonesia, Rabu (25/3).

Selain physical distancing, Yurianto menilai, keberhasilan Vietnam juga dicapai berkat kedisiplinan dalam menerapkan self isolation atau isolasi mandiri bagi warganya.

"Ini menjadi kekuatan besar yang dilaksanakan masyarakat, sehingga dia bisa menghentikan penularan ini. Tidak harus berpikir menunggu sampai sakit, tapi mampu dicegah jangan sampai sakit," katanya.

Namun, ia tak menyebut pelajaran dan kedisiplinan Vietnam seperti apa yang akan diterapkan di Indonesia supaya penyebaran wabah virus corona bisa ditekan. Sebagai informasi virus corona makin mewabah di Indonesia.

Sampai dengan Rabu (25/3) jumlah kasus pasien positif covid-19 di Indonesia mencapai 790 orang. Dari jumlah tersebut, 58 orang meninggal dan 31 orang sembuh.

Sementara pemerintah Vietnam hingga Selasa (24/3) kemarin, belum mencatatkan korban meninggal akibat covid-19. Padahal, dari data terbaru diketahui jumlah orang terinfeksi virus corona di Vietnam berjumlah 123 orang.

Pada pertengahan Februari lalu, Vietnam bahkan mampu menyembuhkan seluruh pasien yang terinfeksi virus corona. Sebanyak 16 pasien tersebut kemudian diperbolehkan pulang dari rumah sakit saat itu.

Vietnam mampu meredam penyebaran virus ini hingga awal Maret. Mereka sama sekali tidak mendeteksi adanya kasus baru dari 13 Februari hingga 6 Maret. Di hari berikutnya, barulah pemerintah melaporkan dua kasus baru.

Berita Lainnya

Index