Kabupaten Bengkalis, "Sebuah Harapan dan Tantangan"

H. Adri, SE, Politisi (Anggota DPRD 2019-2024) & Ekonom.

BENGKALIS, RIAUREVIEW.COM -Tahapan Pilkada Serentak, 09 Desember 2020 sudah dimulai. Para Calon (Cabup/Cawabup) pun sudah bermunculan dengan bergegas mengamankan syarat minimal dukungan partai politik untuk dapat berlayar menjadi pasangan calon yang memenuhi syarat guna bertarung merebut dukungan masyarakat dalam rangka memenangkan Pilkada Bengkalis 2020 dan menjadi orang nomor satu di Negri Junjungan ini.

Genderang perang (artian positif) sudah mulai ditabuh untuk memulai langkah perjuangan dengan berbagai strategi dan janji-janji. Namun, di balik semua itu ada hal penting yang perlu kita cermati dan pahami supaya Negri Junjungan ini mendapatkan seorang pemimpin tepat untuk lima tahun kedepan.

Sebuah Harapan

Pertama, Pilkada merupakan sebuah harapan. Masyarakat tentu berharap dengan Pilkada akan menghadirkan seorang pemimpin baru, membawa harapan baru dan program-program yang bertujuan untuk kemajuan, kesejahteraan demi kemakmuran masyarakat.

Masyarakat saat ini sedang menantikan seorang pemimpin baru yang dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik secara komprehensif dan berkesinambungan terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan;

* Lapangan kerja baru sebagai wujud pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran.

* Perbaikan Layanan Kesehatan

* Meningkatkan kualitas pendidikan

* Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

* Memperbaiki standar pelayanan masyarakat

* Ketahanan Pangan - hal yang selama ini agak terabaikan.

Sebuah Tantangan

Kedua, Pilkada 2020 ini merupakan sebuah tantangan yang cukup berat untuk pasangan calon pemimpin kedepan.

Seorang calon pemimpin harus memahami dengan baik kondisi dan situasi daerah yang bakal dipimpinnya. Jika tidak, nantinya akan menjelma seperti seorang nakhoda baru yang terombang ambing di tengah lautan, dihantam ombak-gelombang tidak berkesudahan yang pada akhirnya Masyarakat Negri Junjungan yang akan jadi korban.

Tahun 2020 ini, di tengah wabah Covid 19 dan menukiknya harga minyak dunia, estimasi APBD Kabupaten Bengkalis terkoreksi dari Rp. 3.8 Triliun menjadi Rp. 2.6 Triliun. Untuk tahun 2021 dengan asumsi harga minyak mentah yg masih berkisar $30 per barrel, APBD hanya berkisar Rp. 2.4 Triliun sampai Rp. 2.6 Triliun. Maka dapat dibayangkan dengan postur ABPD saat ini biaya operasional Kabupaten Bengkalis bisa mencapai Rp. 1.9 Triliun. Dengan ini, berarti belanja modal hanya tersisa lebih kurang Rp. 700 Miliar. 

Dengan gambaran kondisi keuangan seperti ini, dan memperhatikan kebutuhan pembangunan wilayah Kabupaten Bengkalis yang begitu luas, serta daerah yang ada daratan dan kepulauan sudah merupakan suatu keharusan nakhoda "Pemimpin Daerah" kedepan merupakan sosok yang piawai, cerdas, cekatan, komitmen yang kuat dan yang lebih penting adalah amanah.

Di saat grafik penerimaan daerah yang terus menurun, di sisi lain lapangan kerja, kemiskinan, pengangguran, pelayanan kesehatan, pendidikan, pelayanan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur yang harus dihadapi maka Pilkada ini diharapkan dapat melahirkan Pemimpin Tepat.

Pemimpin dilahirkan oleh Pemilihnya, Pemilih adalah Masyarakat. Maka kata kuncinya; "Masyarakat Harus Cerdas Memilih Pemimpin". 




Baca Juga Topik #Pemkab. Bengkalis

TULIS KOMENTAR