Adu Strategi dan Retak Garis Tangan Pemilukada Bengkalis 2020

Sukardi, Jurnalis

KONTESTANSI Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak 2020, yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 masih menghitung bulan. Setidaknya ada waktu selama tiga bulan untuk bersosialisasi kepada masyarakat dan pemilih.

Walaupun ditengah kasus positif Covid-19 kian meningkat, semua keraguan masyarakat itu wajar dan bisa diterima secara nalar. Sebab, Negara Republik Indonesia belum punya pengalaman melaksanakan Pemilukada di masa pandemi Covid-19.

Covid-19 atau bahasa kampungnya Virus Corona hampir mengguncang sebagian negara di belantara dunia. Indonesia salah negara, yang hari ini menjadi persingahan virus mematikan tersebut. Ditengah wabah virus Corona, pemerintah pusat dan daerah bersinergi, untuk “memeranginya”.

Terang saja, kehadiran virus ini membuat hampir sebagian besar wilayah di Indonesia, baik provinsi dan kabupaten/kota mencurahkan perhatiannya, untuk menangkal virus yang tak jelas kapan akan sirna dimuka bumi ini.

Dunia pendidikan ikut lumpuh. Calon penerus bangsa, mulai tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menenang Atas (SMA) hingga mahasiswa harus belajar dari rumah melalui sistem pembelajaran online atau daring.

Roda ekonomi seakan lumpuh, roda pemerintahan diarahkan ke penanganan serius terhadap Covid-19. Tentunya saja, mendekati Pemilukada Bengkalis 2020 ini, kekuatiran akan dampak meningkatnya Covid-19 tak bisa dianggap sepele.

Khusus Kabupaten Bengkalis, helat pesta demokrasi itu tidak terbendung. Tepat tanggal 4-6 September 2020 lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis, resmi menerima berkas pendaftaran empat bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, sebagai peserta Pemilukada serentak 9 Desember mendatang.

Kabupaten Bengkalis salah satu daerah yang akan melaksanakan pesta demokrasi memilih kepala daerah masa bakti 2021-2026. Keputusan pemerintah pusat, untuk menyelenggarakan Pemilukada tak terbantahkan. Tentunya membuat tersentak semua orang, termasuk Bakal Calon yang bakal bertarung.

Setidaknya dari pendaftaran yang telah dilaksanakan pada 4-6 September 2020. Terdapat empat bakal calon. Untuk bakal calon yang pertama mendaftarkan diri di KPU Bengkalis adalah Kasmarni-H. Bagus Santoso. Slogan tiga huruf yakni KBS jadi jargon Partai Amanat Nasional (PAN), Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Demokrat tentu sudah fix berpasangan dengan motto “Bengkalis Bedelau”.

Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis ini tinggal menunggu verifikasi syarat calon. Begitu pula Balon Bupati Bengkalis dan Wakil Bupati Bengkalis, Abi Bahrun-Herman Ahmad. Pasangan dengan slogan “AMAN” ini, tetap percaya diri dengan koalisinya, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pasangan Abi Bahrun-Herman, merupakan Bakal Calon yang kedua mendaftarkan dan menyerahkan berkas pencalonan ke KPU Kabupaten Bengkalis. Kemudian dihari kedua, Pasangan Bakal Calon Kaderismanto-Iyeth Bustami, melalui slogan “KDI-Mewah”, tentu menandakan jika pasangan ini berhak tampil untuk dipilih.

KDI-Mewah salah satu pasangan yang hari ini menjadi jargon Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sekaligus menjawab salah satu kandidat Balon wakilnya melibatkan artis nasional Iyeth Bustami (Sri Barat).

Kemudian, bakal calon ke empat atau terakhir yang mendaftarkan diri ke KPU Bengkalis adalah H. Indra Gunawan Eet-Samsu Dalimunte. Slogan ESA melekat, jauh hari sebelum pendaftaran di KPU Bengkalis dibuka. ESA diusung oleh Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Perindo.

Empat pasangan calon ini semua pendatang baru. Walau tak asing di Kabupaten Bengkalis. Semuanya adalah putra dan putri terbaik Negeri Junjungan. Mereka menggebrak dunia politik. Tentu dengan segala pengorbanan yang dilakukan.

Politik memang tak bisa diterka. Tinggal bagaimana strategi empat pasangan ini bisa memenangkan kontestansi yang jujur dan berkeadilan, tanpa intervensi dari pihak manapun. Asas pemilihan umum Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (Luber) menjadi tonggak pesta demokrasi, yang bersih.

Lagi-lagi strategi dan retak garis tangan, yang akan menjadi penentu Pemilukada Bengkalis 2020. Yang jelas sudah ada empat balon pasangan dengan segala kekuatannya. Tak terlepas dari visi dan misi empat balon kepala daerah ini kedepannya.

Pelaksanaan Pemilukada Bengkalis ditengah pandemi Covid-19. Barangkali menjadi strategi baru para pasangan Balon ini. Program-program yang menyentuh langsung dimasyarakat sangat dibutuhkan. Kemudian, tepat sasaran. Selain itu pula balon harus bisa mencari peluang-peluang baru, untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bengkalis.

Isu-isu lainnya barangkali menarik untuk masyarakat adalah mampu mempengaruhi pemilih. Isu tersebut diantaranya. Pertama, peningkatan ekonomi dan ketenagakerjaan. Calon harus mampu menyakinkan masyarakat dengan program peningkatan ekonomi dan ketenagakerjaan lebih berpeluang untuk menarik dukungan.

Kemudian isu kedua adalah bidang pertanian, perkebunan dan pariwisata. Isu ketiga yang menarik tentunya perbaikan infrastruktur, penanganan abrasi, serta penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan.

Isu keempat adalah bidang kelautan dan perikanan. Hari ini Kabupaten Bengkalis memiliki wilayah yang sebagian besar penduduknya, bermatapencarian sebagai nelayan laut.

Sedangkan untuk isu yang terakhir, kelima adalah upaya penanggulangan wabah Covid-19. Hari ini, penanggulangan Covid-19, masih menjadi tanda-tanya masyarakat luas di Kabupaten Bengkalis.

Sebab, bantuan langsung selama enam bulan, yang diberikan belum mampu mengangkat peluang ekonomi masyarakat serta memenuhi kebutuhan hidup selama masa pandemi. Sehingga, pasangan Calon Bupati Bengkalis dan Wakil Bupati Bengkalis harus kerja keras untuk menyakinkan masyarakat pemilih.

Dari secuil isu menarik itu, barangkali sudah dikantongi para pasangan calon nantinya untuk terjun ke masyarakat. Menyakinkan, mereka adalah pemimpin besar dan mampu membawa Kabupaten Bengkalis menjadi daerah, yang diperhitungkan oleh pemerintah pusat.

Mari ciptakan Pemilukada serentak 2020 secara damai. Rebut peluang untuk menuju Kabupaten Bengkalis, yang terbebas dari pandemi Covid-19. Hindari money politic (politik uang) dan jadilah pemilih cerdas, sebab money politic salah satu perusak demokrasi. Salam Demokrasi!!



TULIS KOMENTAR