RIAUREVIEW.COM --Cuaca panas terik yang melanda Kabupaten Bengkalis hampir sebulan terakhir memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah. Lahan gambut di Kecamatan Rupat dan Mandau dilaporkan terbakar, dengan total luas mencapai sekitar 6 hektar.
Di Kecamatan Rupat, kebakaran terjadi di lahan perkebunan sawit milik masyarakat di Desa Sukarjo Mesim dengan luas terbakar sekitar 2 hektar.
Sementara di Kecamatan Mandau, tepatnya di Desa Pematang Pudu, api menghanguskan lahan gambut seluas kurang lebih 4 hektar.
Manager Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bengkalis, Erzansyah, mengatakan hingga Rabu (28/1/26), api masih terpantau aktif di dua lokasi tersebut meski upaya pemadaman telah dilakukan.
“Api masih ada di Rupat dan Mandau. Meskipun sempat dilakukan pendinginan, namun api kembali hidup,” ujar Erzansyah.
Menurutnya, proses pemadaman di lapangan mengalami sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air serta karakteristik lahan gambut yang terbakar hingga kedalaman sekitar dua meter, sehingga bara api tetap hidup di bawah permukaan tanah.
Kondisi kekeringan yang berkepanjangan juga membuat api sangat mudah menyala kembali, meskipun api di permukaan sudah terlihat padam.
“Air di lokasi cukup sulit, jarak tempuh ke lokasi Karhutla juga cukup jauh,” tambahnya.
BPBD bersama unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan intensif guna mencegah meluasnya kebakaran ke area lainnya, terutama yang dekat dengan permukiman warga.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam kondisi cuaca ekstrem guna mencegah terjadinya Karhutla yang lebih luas.*
Sumber: Riauterkini.com

